SEMUA MANUSIA BERGUNA SESUAI PERAN MASING-MASING

http://indonesiaviralnews.blogspot.co.id/
Peran masing-masing manusia berbeda, Indonesiaviralnews


*Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.*

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan oleh orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain.
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. *Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan*

2. *Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian*

3. *Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses*

4. *Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.*

5. *Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.*

6. *Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.*

7. *Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.*

8. *Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.*

SERBA-SERBI SEKOLAH DASAR DI NORWEGIA

Sekolah di Norwegia, Indonesiaviralnews (Ilustrasi)
Beda yak Sekolah diNorwegia dengan di Indonesia

1. Semua pendidikan dasar di Norwegia pada dasarnya gratis alias nggak dipungut biaya sepeserpun. Nggak ada uang SPP, uang bangunan, uang LKS, outbound, dan sebagainya.

2. Usia masuk SD di Norwegia adalah 6 tahun (berlaku untuk anak yang lahir di bulan Januari - Desember di tahun ajaran baru). Jenjang SD adalah sampai kelas 7. Jadi anak lulus SD pada umur 13 tahun.

3. Di Norwegia 98% sekolah publik milik pemerintah (sisanya swasta lokal atau sekolah internasional). Ketika anak akan memasuki usia SD, pemerintah daerah otomatis mendaftarkan calon murid ke sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya.
Jadi bukan orangtua yang pusing berburu sekolah bagus, karena semua sekolah bagus dan standarnya sama.

Menjelang tahun ajaran baru, para orangtua / wali akan dapat surat undangan dari sekolah yang bersangkutan mengenai program orientasi / perkenalan (biasanya bulan April / Mei. Orangtua dan anaknya datang ke sekolah, diperkenalkan pada calon guru, calon ruang kelas, dan biasanya guru akan mendongeng di kelas).
Tahun ajaran baru di Norwegia adalah bulan Agustus.

4. Tidak ada tes masuk SD. Semua anak dianggap sama kemampuan awalnya. Sama-sama nggak bisa baca dan nggak bisa berhitung (meski kenyataanya ada juga anak-anak yang sudah bisa membaca dan berhitung sejak TK. Tapi biasanya ini diajarkan di rumah. TK di Norwegia sama sekali tidak mengajarkan calistung).
Tugas gurulah mengenalkan anak pada huruf, angka, bahkan bagaimana cara memegang pensil yang betul.

5. Fokus utama pada tahun-tahun pertama pendidikan SD adalah kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Jadi di kelas 1-2 pelajarannya hanya bahasa Norwegia, Matematika, olah raga, dan prakarya.
Di tahun-tahun selanjutnya fokus tetap pada kemampuan membaca dan berhitung, dengan tambahan pelajaran lain seperti bahasa Inggris, ilmu alam, agama, geografi, sejarah, seni, memasak, sampai bertukang.

6. Meski ada ulangan / ujian, SD di Norwegia tidak mengenal sistem nilai dan peringkat. Kemampuan siswa dinilai dari prosentase (poin) dari keseluruhan soal. Tidak ada juara kelas. Tidak ada buku rapor.
Setahun sekali (menjelang libur musim panas), diadakan ujian serentak nasional. Namanya Ujian Pemetaan (Kartleggingsprøver). Uniknya tidak ada jadwal yang seragam, hanya ada rentang waktu pelaksanaan ujian (misal: antara minggu ke-17 sampai 19). Tiap sekolah dipersilakan membuat soal sendiri. Ujian ini pun diadakan di sela-sela waktu belajar biasa. Jadi tidak ada semacam minggu UAS begitu. Kalau orangtua tidak perhatian pada jadwal, bisa bablas mengingatkan anak soal ujian ini.
Hasil ujian adalah lembaran berupa grafik yang menunjukkan anak kita ada di mana di antara teman-teman sekelas dan seangkatan di sekolah itu.
Tujuan Ujian Pemetaan ini memang sebetulnya bukan untuk mencari tahu sepintar apa si anak, tapi sebaik apa kualitas sekolah dalam mentransfer ilmu.

7. Norwegia tidak mengenal les pelajaran / bimbel. Tapi tiap sekolah menawarkan sesi khusus untuk mendampingi siswa mengerjakan PR, yang diadakan di sekolah setelah jam sekolah. Pendampingnya adalah para asisten guru. Sesi ini gratis, dan ditawarkan untuk yang mau saja.

8. Meski secara umum gratis, ada juga yang perlu bayar untuk urusan sekolah. Ada yang namanya SFO (Skole Fritidsordning), semacam penitipan anak sebelum atau setelah jam sekolah hingga pukul 16:30. Penawaran ini hanya untuk siswa kelas 1-4 saja.
Satu lagi yang berbayar di sekolah: susu kotak (5 hari seminggu). Tapi ini tidak wajib. Dibayar setahun sekali, dan sangat murah.

9. Hampir tiap bulan selalu ada jadwal libur ekstra, yang disebut Planleggingsdag (Planning Day). Biasanya untuk rapat guru atau berbagai training untuk pihak sekolah.

10. Sekolah Norwegia tidak menganut sistem seragam sekolah. Tidak ada kantin. Tidak ada penjual makanan. Anak-anak harus membawa makanan sendiri dari rumah.

11. Jam sekolah secara umum adalah mulai jam 08:25 sampai jam 12:15, 13:00, atau 14:00.

12. Jarak rumah dan sekolah bisa dibilang sangat dekat. Tujuannya adalah agar anak tidak lelah di jalan. Sekolah juga selalu menggalakkan murid untuk jalan kaki atau naik sepeda ke sekolah.
Untuk urusan naik sepeda, secara resmi diperbolehkan ketika anak masuk kelas 5. Jadi menjelang kenaikan kelas 5, diadakan tes mengemudi sepeda. Sesi ini dihadiri oleh guru dan pihak kepolisian. Ujiannya mencakup keselamatan bersepeda, kelengkapan sepeda, sampai berbagai ujian rintangan seperti halnya ujian mengemudi mobil. Di akhir sesi setiap anak akan diberi sertifikat (semacam SIM mobil).

13. Sekolah di Norwegia sangat serius menanggapi masalah perisakan (bullying). Tiap tahun ajaran baru selalu ada kampanye antiperisakan secara nasional, melalui lagu, pelajaran sekolah, brosur, sampai seminar untuk para orangtua.

14. Sekolah di Norwegia adalah sekolah inklusi. Anak-anak normal dan anak berkebutuhan khusus (ABK) ditempatkan di kelas yang sama. Jadi sudah biasa kami melihat anak tuna netra, tuna rungu, Down Syndrome, atau lumpuh hingga harus berkursi roda belajar dan bermain bersama tanpa dibedakan. Hanya ada pendamping khusus yang mengikuti ABK ini, demi keselamatan mereka. Pendamping ini disediakan gratis oleh Pemda.

15. Selain sekolah umum, di Norwegia juga ada homeschooling. Menurut UU Pendidikan, adalah tugas dan tanggung jawab orangtua untuk mendidik anak. Tanggung jawab itu bisa berupa mengirimkan anak ke sekolah, atau mereka didik sendiri di rumah. Metode homeschooling di Norwegia diserahkan sepenuhnya kepada kemampuan orangtua. Tapi ada organisasi nirlaba yang mewadahi komunitas homeschoolers ini.

16. Karena fokusnya adalah pada kualitas sekolah dan kebahagiaan anak didik, maka semua siswa naik kelas. Semua lulus. Tidak ada yang tertinggal dari teman-teman sebayanya.


17. Kurikulum SD di Norwegia selalu memasukkan pelajaran tentang pendidikan psikologi anak. Misal melalui role play, penayangan video, sampai berbagai bacaan. Semua sekolah wajib memastikan setiap siswa datang dan belajar di sekolah dengan perasaan bahagia, tanpa ada tekanan untuk mencapai prestasi akademik gilang-gemilang.

Karena itu, meski UU membolehkan akselerasi, ini bukan pilihan populer.
Semua anak diutamakan untuk belajar dengan materi yang sama sesuai usianya.
Untuk anak-anak yang kurang secara akademik, akan dibimbing ekstra oleh guru dan para asisten. Sementara untuk anak-anak yang tergolong di atas rata-rata, akan mendapatkan tugas / PR tambahan. Itupun atas permintaan dan persetujuan antara guru, murid, dan orangtua.

Komunikasi dan kerja sama yang baik antara ketiga pihak itu selalu jadi prioritas utama. Karena kebahagiaan anak ketika menuntut ilmu adalah juga prioritas utama.

Sekian dulu. Semoga bermanfaat.

#Ammia J. Pramayasti. S.Sos. IGI Madiun
#kota Alesund Norwegia.

RENUNGAN : TIDAK ADA ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KOMPETENSI

http://indonesiaviralnews.blogspot.co.id/
Semua orang mempunyai kompetensi


Subhanallah....... menangis rasanya hati membaca kisah ini.
Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi.
Cobalah melihat lebih jauh.....

(Dari kisah nyata seorang guru.)

------

Di suatu madrasah ibtidaiyah, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan  sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.

Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.

Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 MI. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 MI.”


Setahun kemudian, yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia
-------'----

Kalau hati bapak ibu  bergetar membaca cerita ini,boleh bapak ibu share ke semua orang terutama kepada guru/pendidik....dan kepada orang yg seharusnya bisa mendidik.... karena keikhlasan mampu menggetarkan dunia..

Penganiaya Guru SMKN 2 Makassar Ngaku Sebagai Wartawan

http://indonesiaviralnews.blogspot.co.id/
Guru SMKN 2 Makasar Dianiaya

Indonesiaviralnews - Adnan Achmad wali murid dari Airul Aliq Sadang yang telah menganiaya P. Dasrul salah satu Guru SMKN 2 Makassar, mengaku berprofesi sebagai seorang wartawan saat digelandang Polisi ke Mapolsek Tamalate, Rabu (10/08/2016)

Adnan mengaku, ia bekerja tabloid Berita Anti Korupsi atau yang biasa disebut BAK. "Saya kebetulan dari media berita anti korupsi yang berkantor di Minasa upa Makassar, teman-teman media biasa sebut BAK," kata Adnan di Mapolsek Tamalate.

Tak hanya itu, Adnan juga mengeluarkan kartu identitas kewartawanan yang terpasang di saku baju, yang di gunakan. Adnan pelaku pemukulan guru SMKN 2 Makassar diketahui merupakan alumni dari sekolah tersebut.


Dikutip dari Rakyatku.com, sejumlah rekan orangtua siswa terlihat berada di Mapolsek Tamalate. Tidak terkecuali pihak sekolah SMKN 2 Makassar dan keluarga korban juga memadati Polsek yang berada di Jalan Danau Tanjung Bunga.

Diberitakan sebelumnya. Dasrul (52) yang merupakan guru arsitektur di SMK N 2 Makassar menjadi korban penganiayaan yang dilakukan orang tua siswanya sendiri di dalam lingkungan sekolah siang tadi.

Wah, sedang hangat-hangatnya wacana full day school, ada orang tu wali murid yang melakukan tindak kekerasan terhadap guru. Apapun profesinya, apa pengaruhnya buat orang yang melakukan kesalahan, walaupun orang pejabat tinggi atau jenderalpun, kalo bersalah hukum juga tetap berlaku. (TS/IvN)

Hampir Saja Dikeroyok Massa, Penganiaya Guru SMKN 2 Makassar Ditangkap Polisi

 
Penganiaya Guru SMKN 2 Makassar Hampir Dikeroyok Masa


Indonesiaviralnews - Masih sedikit beruntung kedua orang bapak dan anak ini. Adnan Achmad (43) dan anaknya yang menganiaya guru SMK 2 Makassar, Dasrul (52), hampir saja dikeroyok puluhan siswa pasca kejadian, Rabu (10/8/2016).

Saat kejadian tanpa pikir panjang Adnan memukul bagian hidung korban hingga Dasrul berceceran darah. Kejadian yang disaksikan sejumlah siswa itu pun membuat kondisi di SMK 2 Makassar sempat menegang.

Beruntung sekitar pukul 12.00 Wita, Personil Polsek Tamalate tiba dan mengamankan Adnan.

"Informasi awal korban menegur salah satu siswa namun orangtuanya tak terima dan mendatangi korban di Sekolah. Kemudian mereka berpapasan di koridor," ujar Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus.

Mungkin masih beruntung di tempat kejadian perkara, namun setelah ini bapak dan anak ini akan menanggung malu dan hukuman yang pantas tentunya. (TS/IvN)

Pengakuan Langsung Guru SMKN 2 Makassar yang Dihajar Orang Tua Siswa

http://indonesiaviralnews.blogspot.co.id/
Dasru, Guru yang dianiaya orang tua siswa

Indonesiaviralnews - Karena tegur siswanya yang tak mengerjakan PR, Dasrul (52) disikat orangtua siswa. Orangtua ganas. Selain itu, dia juga mengungkapkan jika siswanya sendiri sempat ikut memukulnya.

"Itu orangtua siswa dan Aliq ikut pukul saya sebanyak dua kali. Masing-masing satu kali di bagian hidung," kata Dasrul di Mapolsek Tamalate, Rabu (10/8/2016), dikutip dari rakyatku.com.

Pria berusia 52 tahun itu menceritakan, dirinya dipukuli tanpa ada percakapan sebelumnya saat bertemu Aliq(15) dan orangtuanya.

Kapolsek Tamalate, Kompol Asiz Yunus mengatakan, kejadian ini berawal saat terjadinya kesalahanpahaman antar kedua belah pihak.

"Orangtuanya datang dengan keadaan emosi. Sehingga terjadilah penganiayaan di lingkungan SMKN 2 Makassar," kata Yunus di kantornya.

Beruntung, anggota Polsek Tamalate yang tidak jauh dari lokasi langsung mendatangi sekolah dan mengevakuasi pelaku dari siswa yang akan melakukan pemukulan.

"Tadi kondisi di sekolah panas. Siswa-siswi sudah mau menyerang. Beruntung anggota cepat datang," tambahnya.

Buah jatuh tak jauh dari pohonya. Benar saja kelakuan anak dan bapaknya ini sama-sama brutal. Dapat disimpulkan anaknya dididik untuk dijadikan preman. Karena mendidik anak untuk melakukan kekerasan. Semoga hal ini tidak menjadi panutan orangtua dan siswa yang lain. Karena sekali murid ini dikeluarkan akan sulit untuk diterima di sekolah lain. Lantas bagaimana dengan massa depanya? (TS/IvN)

AKHIRNYA!!! SMKN 2 Makassar Keluarkan Aliq Setelah Ayahnya Hajar Guru, Lalu Sekolah Mana yang Mau Terima?




Indonesiaviralnews - Diketahui bahwa awalnya, Dasrul menagih tugas PR yang diberikan kepada siswa kelas dua.
Salah seorang siswa, Airul Aliq Sadang tidak mengerjakan tugas sehingga ditegur oleh sang guru. Saat ditegur, siswa tersebut menendang pintu sambil mengucapkan kata-kata kotor, “sundala”. Hal itu membuat guru naik pitam hingga menampar siswa tersebut. Airul langsung mengadu kepada orang tuanya. Tidak berselang lama, orang tua Ali datang ke sekolah yang beralamat di Jalan Pancasila, Makassar itu. Awalnya, Ahmad mencari kepala sekolah, namun tidak ketemu. Saat berjalan di koridor, dia bertemu Dasrul hingga terjadilah penganiayaan itu.

Saat ini pihak SMKN 2 Makassar menyiapkan sanksi bagi Aliq, murid yang diduga mengeluarkan kata-kata kotor terhadap Dasrul, salah satu guru di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMKN 2 Makassar, Chaidir Madja mengatakan sanksi itu bisa saja berupa pencoretan murid tersebut.

"Kami sudah menyiapkan sanksi tegas kepada siswa yang membuat keonaran di dalam lingkungan sekolah. Namun, tentu kedepannya kita lihat proses hukumnya seperti apa. Pasti ada saksi karena kan ada tata tertib di sekolah. Ada kategori-kategori tertentu," kata Chaidir Madja, dikutip dari rakyatku.com

Namun sebelum mengeluarkan sanksi tersebut, Chaidir menjelaskan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan seluruh guru yang berada di SMKN 2 Makassar.

"Saya belum tahu, tapi ada. Nanti kita rapatkan dulu dengan guru-guru. Karena disini bukan kepala sekolah yang memiliki kewenangan. Ada hak yang dimiliki guru," jelasnya.

Sementara itu, Chaidir juga sangat menyayangkan sikap yang dilakukan orang tua Aliq. Sebab tanpa ada ijin dan pemberitahuan, Adnan langsung masuk ke dalam sekolah dan langsung melakukan pemukulan.

Sebagai orangtua sudah sepatutnya kita menjaga nama baik guru, karena disekolah mereka adalah pengganti orangtua yang mendidik anak-anak kita. Bukan malah melakukan hal sebaliknya. Ini bukan untuk mencari kebenaran, namun orangtua yang tidak tahu aturan yang terlalu memanjakan anaknya. Semoga bisa diambil hikmahnya oleh semua para orangtua agar tak sewenang-wenang membela anak tanpa tahu sebab yang benar. (TS/IvN)

Kronologi Lengkap Penganiayaan Guru SMK 2 Makasar

http://indonesiaviralnews.blogspot.co.id/
Dasrul, Guru Yang Dianiaya Orang Tua Siswa

Indonesiaviralnews - Dasrul (52), korbang penganiayaan guru SMK 2 Makassar Muhammad Dahrul yang dipukuli oleh orangtua siswa menuturkan bahwa dirinya dipukuli saat hendak pulang ke rumahnya, Rabu (10/8/2016) sekitar pukul 11.30 Wita.

Guru mata pelajaran Aristek ini dihajar pada bagian hidungnya saat berpapasan dengan pelaku, Adnan Achmad (43), bersama dengan anaknya MA (15).

Menurut kesaksian korban, kejadian ini berawal pada pukul 08.00 Wita.

Saat itu ia sedang mengajar di kelas II, yang merupakan kelas MA si anak pelaku.

Dasrul seperti biasanya meminta para siswanya untuk mengeluarkan perlengkapan gambar berupa buku, pulpen dan pensil.

Namun MA tak tak membawanya dengan alasan lupa.

"Dari situ sempat saya tegur tapi tidak lama dan saya lanjutkan kembali pelajaran. Tapi ini anak keluar masuk ruangan terus tanpa izin, alasannya ke WC," kata Dasrul.

Lantas korban pun menegur MA dan sempat menepuk pundaknya namun MA tak terima.

"Dia keluar dan diucapkan bahasa kotor, ternyata setelah itu dia telepon orangtuanya," pungkasnya.

Semoga guru yang menjadi korban pemukulan mendapatkan keadilan yang setimpal dengan apa yang ia terima dari seorang murid yang seharusnya lebih menghargai atas apa yang sudah diajarkan gurunya. (TS/IvN)